Engkau ingin berjuang, Tapi tidak mampu menerima ujian
Engkau ingin berjuang, Tapi rusak oleh pujian
Engkau ingin berjuang, Tapi tidak sepenuhnya menerima pimpinan
Engkau ingin berjuang, Tapi tidak setia kawan
Engkau ingin berjuang, Tapi tidak sanggup berkorban
Engkau ingin berjuang, Tapi tenggang rasa tidak engkau amalkan
Engkau ingin berjuang, Tapi tidak sanggup menerima perubahan
Engkau ingin berjuang, Tapi waktu tidak sanggup engkau luangkan
Engkau ingin berjuang, Tapi rumah tangga lintang pukang
Engkau ingin berjuang, Tapi kemampuan diri tidak engkau tingkatkan
Engkau ingin berjuang, Tapi displin diri engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, Tapi janji tidak engkau tunaikan
Engkau ingin berjuang, Tapi kasih sayang engkau nafikan
Engkau ingin berjuang, Tapi tetamu engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, Tapi anak istri dan keluarga engkau lupakan
Engkau ingin berjuang, Tapi ilmu berjuang engkau tinggalkan
Engkau ingin berjuang, Tapi pandangan tidak engkau selaraskan
Engkau ingin berjuang, Tapi iman kepada Tuhan engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, Tapi shalat engkau lalaikan
Engkau ingin berjuang, Tapi ridha orang tua engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, Tapi guru engkau lawan
Engkau ingin berjuang, Tapi Qur’an engkau tentang
Engkau ingin berjuang, Tapi segala cara engkau halalkan
Engkau ingin berjuang, Tapi sifat malas engkau pelihara
Engkau ingin berjuang, Tapi sifat riya engkau tampakkan
Engkau ingin berjuang, Tapi ejekan dan hinaan engkau keluarkan
Engkau ingin berjuang, Tapi nafsu tidak engkau kendalikan
Engkau ingin berjuang, Tapi aurat engkau obralkan
Engkau ingin berjuang, Tapi rasa malu engkau buang
Engkau ingin berjuang, Tapi hati tidak ikhlas
Engkau ingin berjuang, Tapi sifat dendam dan benci engkau kobarkan
Engkau ingin berjuang, Tapi sifat pemaaf dan meminta maaf tidak engkau amalkan
Engkau ingin berjuang, Tapi ketauladanan tidak engkau tampakkan
Engkau ingin berjuang, Tapi sifat tergesa-gesa engkau praktekkan
Engkau ingin berjuang, Tapi iman dan taqwa engkau lupakan
Engkau ingin berjuang, Tapi hanya bisa mengkritik tanpa ada langkah nyata
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar