tidakkah asa itu penuh dengan gejolak?
meratap dibawah pekat
tandai tiap langkah jiwa
aku menangis
sebenarnya siapa mereka?
nalar ini terhalang tembok yang kokoh
melebur dalam jiwa
aku menangis
Adakah dogma yang lebih gawat?
hening malam menunaikan kewajibannya
tersungkur aku dalam sujud
aku menangis
adakah waktu yang tersisa?
ingin rasanya aku mendekap kerinduan
angin malam membelai lembut tubuhku
aku menangis
Jurang itu semakin dalam
tak ada lagi jeda dalam pijakan
Masih adakah pundak tempat aku meneteskan air mata?
kenapa mereka berlari?
kenapa mereka tertawa?
aku menangis
-Putrahadi Nurachman si anak kemaren sore-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar